Hujan Rindu
Malam ini, hujan turun tak berbatas. pagi hingga kini malam tiba, ia tiada henti. suara rintikan air yang jatuh ke atap tak mampu meredam suara itu. tak ada pilihan, hujan begitu kejam, ia selalu hadir melekatkan sajak kerinduan. kerinduan pada si dia yang telah lalu. irisan -irisan hati pun seakan memberontak keluar dari persembunyiannya, aku kalah. aku kalah tak bisa menahannya. seharusnya aku sudah lupa namun hujan mengingatkan aku.
Apa yang membuatmu begitu ku ingat sedangkan engkau tak mengingatku, inikah balasan hujan yang pernah ku nodai? hujan seakan menyiksaku secara perlahan, sesekali menghujam keseluruh tubuh, menusuk - nusuk didalam dadaku. Aku mengingatnya kembali, mengulang memoriku saat dulu dengannya. bercerita sembari menunggu hujan reda. Aku ingat suatu hari di depan ruko itu. kau begitu manja, seakan bahagia melihat hujan yang jatuh setitik itu. senyum tawa kecilmu masih kuingat waktu itu, pelukanmu ini masih membekas, disela kehangatan itu aku membisikkan kepada hujan.
Hujan, aku menyayanginya jangan pernah pisahkan aku dengan dirinya, biarkan aku dengan dia begini selamanya. hujan, saat ini aku bahagia. jangan biarkan orang lain menggantikanku, hujan.
Hujan yang turun dahulu kini berubah, ia tak mendengar harapanku. kita terjarak, berbatas, tak ada pelukan, senyumanmu kini pun sulit dilihat. apakah saat ini hujan menghukumku? hingga kita dipisahkan sebegitu jauh. mungkin saja hujan tak ingin melihatku bahagia. aku kini dihujani kerinduan bukan pelukan itu lagi. Aku merindukannya.
Hujan, sampaikan salamku untuknya.
Gilang Verandha | 16/12/2014
Apa yang membuatmu begitu ku ingat sedangkan engkau tak mengingatku, inikah balasan hujan yang pernah ku nodai? hujan seakan menyiksaku secara perlahan, sesekali menghujam keseluruh tubuh, menusuk - nusuk didalam dadaku. Aku mengingatnya kembali, mengulang memoriku saat dulu dengannya. bercerita sembari menunggu hujan reda. Aku ingat suatu hari di depan ruko itu. kau begitu manja, seakan bahagia melihat hujan yang jatuh setitik itu. senyum tawa kecilmu masih kuingat waktu itu, pelukanmu ini masih membekas, disela kehangatan itu aku membisikkan kepada hujan.
Hujan, aku menyayanginya jangan pernah pisahkan aku dengan dirinya, biarkan aku dengan dia begini selamanya. hujan, saat ini aku bahagia. jangan biarkan orang lain menggantikanku, hujan.
Hujan yang turun dahulu kini berubah, ia tak mendengar harapanku. kita terjarak, berbatas, tak ada pelukan, senyumanmu kini pun sulit dilihat. apakah saat ini hujan menghukumku? hingga kita dipisahkan sebegitu jauh. mungkin saja hujan tak ingin melihatku bahagia. aku kini dihujani kerinduan bukan pelukan itu lagi. Aku merindukannya.
Hujan, sampaikan salamku untuknya.
Gilang Verandha | 16/12/2014
Leave a Comment